Perarakan Bunda Maria

Minggu, 07 Juni 2026
Perarakan Bunda Maria

Rabu 13 Mei 2026, Sore menjelang malam Goa Maria Lawangsih mulai ramai, umat mulai berdatangan. Petugas Pamja mulai sibuk mengatur alur parkir umat, sebagian besar umat ada yang berjalan kaki. Petugas liturgi juga sudah mulai persiapan di ruang ganti belakang altar Goa Maria Lawangsih. Sore itu ada dua peristiwa iman yang agung. Pertama, perayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, kedua, perayakan Pesta Nama Pelindung Paroki, Santa Maria Fatima. Sebagai ungkapan syukur dan penghormatan, sebelum Ekaristi ada Prosesi Perarakan Patung Bunda Maria Fatima, dari Goa Maria Lawangsih menuju Gereja.

Pukul lima sore umat dan para petugas liturgi sudah memenuhi pelataran Goa  untuk berdoa rosario sebagai awal rangkaian acara. Acara sore itu juga banyak dihadiri oleh peziarah yang ingin mengikuti serangkaian acara. Ekaristi di pimpin langsung oleh Romo Martinus Suharyanto, Pr.

Perayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, sebuah tanda kemenangan Kristus yang membuka jalan bagi kita menuju kediaman abadi. Dan perayakan Pesta Nama Pelindung Paroki, Santa Maria Fatima, Bunda yang selalu memanggil kita untuk bertobat dan berdoa demi perdamaian dunia. Melalui perayaan ini, kita diingatkan bahwa meski Tuhan naik ke surga, Ia tetap menyertai kita melalui perantaraan doa Bunda Maria.

Setelah doa rosario  Romo Martinus Suharyanto, Pr memberikan berkat kepada Bunda Maria Fatima. Arak-arakan di mulai dari misdinar, pembawa jodang, prodiakon, romo dan umat. Selama perarakan umat membawa lilin dan bernyanyi, juga berdoa kepada Bunda Maria. Sesampainya di Gereja langsung dilanjutkan Ekaristi.

Setelah Ekaristi seluruh umat menikmati hidangan menu sederhana untuk bersantap bersama sebagai ungkapan syukur kepada Bunda Maria. Pesta umat ini di adakan di samping gereja yang sudah disediakan panitia. Umat berbaur saling berinteraksi satu sama lain sambil menikmati nasi rames dan teh panas. Pukul delapan malam umat sudah mulai meninggalkan Gereja untuk pulang dan sebagian kembali menuju Goa Maria Lawangsih karena sebagai penutup acara ada Sloka dari Lingkungan Promasan.

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita